HomeUnlabelled
Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED Menyelenggarakan Kuliah Umum
Tuesday, April 7, 2015
Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED Menyelenggarakan Kuliah Umum
[unsoed.ac.id, Kam, 05/12/14] Mengangkat tema “Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Emas”, Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED menyelenggarakan kuliah umum, Kamis (4/12). Kegiatan yang bertempat di Gedung Roedhiro Lt. 3 FEB merupakan upaya dalam memberikan pemahaman tentang arti pentingnya pendidikan karakter terutama bagi calon-calon pendidik, dimana tujuan utama dari program studi pendidikan adalah mencetak calon Guru, terdapat ada dua topik penting yaitu tentang profesi keguruan dan tentang pendidikan karakter. Hal tersebut disampaikan oleh Sri Lestari SE.,M.Si (Ketua Program Pendidikan Ekonomi UNSOED selaku ketua panitia kuliah umum).
Kuliah umum yang diikuti oleh 190 peserta yang terdiri dari 180 peserta dari 3 prodi pendidikan meliputi dosen dan mahasiswa dan 10 orang undangan ini dibuka oleh Dekan FEB Dr. Pramono Hariadi, MS. Hadir sebagai narasumber Dr. Sugiharsono, M.Si (Dekan FEB UNY) dan Dr. Sigit Mangun Wardoyo, S.Pd.,M.Pd (Guru SMAN 1 Purbalingga, Tim Penelaah Kurikulum 2013 dan dosen program studi bahasa dan sastra Indonesia UNSOED).
Pada sesi pertama disampaikan oleh Dr. Sugiharsono, M.Si. dengan materi “Kebijakan profesi keguruan”. Dipaparkan bahwa guru profesional adalah guru yang mempu menerapkan hubungan dalam bentuk multidimensional, sehigga guru secara internal harus memenuhi kriteria administratif, akademis dan kepribadian. Lebih lanjut disampaikan bahwa guru profesional harus memiliki 4 kompetensi yaitu Pedagogi, Profesional, Kepribadian, dan Sosial. Berkaitan dengan kompetensi guru yang harus ditingkatkan, menurut beliau disebabkan karena sebagian besar guru tidak/kurang menguasai TIK, pembelajaran yang diselenggarakan guru kurang kondusif, Accelerated learning menuntut guru menguasai strategi dan teknologi pembelajaran yang relevan, serta guru sebagai bagian integral dari subsistem pendidikan yang harus selalu mengikuti perubahan dan perkembangan dunia pendidikan. “peran guru sebagai pengajar, pendidik, pembimbing/konselor, fasilitator, motivator, evaluator dan supervisor”, ungkap Dr. Sugiharsono.
Sesi kedua Dr. Sigit Mangun Wardoyo, S.Pd.,M.Pd menyampaikan materi tentang “Pendidikan karakter: Upaya membangun jatidiri bangsa menuju generasi emas 2045”. Diuraikan bahwa tujuan dari pendidikan nasional yaitu mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga pendidikan karakter menjadi bagian yang sangat penting. “harapan adanya pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 adalah ruh dari pendidikan yang sesungguhnya (membentuk generasi bangsa yang lebih baik) dapat terwujud”, jelas beliau. Pendidikan karakter memfokuskan pendidikan pada upaya mengubah perilaku moral manusia kearah yang lebih baik, dengan komitmen yang dipegang teguh oleh berbagai pihak, baik siswa, guru, orang tua, masyarakat maupun pemerintah.
Maju Terus Pantang Menyerah!
Share this
Recommended
Disqus Comments


